Pages

--->you already visited carapandangku.blogspot.com<---
25 Juni 2011

Resep Masakan Wadi (Kalimantan)

Wadi merupakan salah satu masakan khas (dan digemari) di kalangan masyarakat Borneo. Rasa dan aromanya yang “khas” banget memang tak bisa dilupakan dan ditinggalkan begitu saja oleh masyarakat Borneo. Yuk langsung aja kita intip resepnya..


Sebelumnya saya curhat dulu neh.. Saya asli dayak maanyan tapi sekarang tinggal di Malang. Suatu hari saya tiba-tiba kengeeennn bgt sama masakan mamah di rumah. Saya ingat ada suatu masakan yang sangat saya gemari.. Namanya wadi. Langsung saja saya browsing dengan kata kunci resep masakan wadi.. Alih-alih ternyataa.. gak ada satupun yang menyediakan resep wadi (dari milyaran blog dan website masa gak ada yang membahas sie..) Sayapun langsung sms emak di rumah (hehehe) dan akhirnya saya dapatkan tuh resepnya dan langsung saya coba.. Hm, walopun rasanya gak sama sama masakan emak di rumah, tapi masih bisa dikategorikan masakan wadi koq. Hehhee..

Tapi ada masalah baru. Pas saya udah masakin, eehh orang rumah pada kalang kabut dengan “aromanya”. Maklum karena wadi dibuat dengan proses seperti “pembusukan” maka aromanya yang khas seperti ikan yang “agak layu” (supaya lebih halus bahasanya, heheee..) akan langsung terdeteksi oleh hidung. Sayapun dimarahi.. maklum pakdhe dan budhe (dan aku) kan sekarang tinggal di malang. Mana ada masakan seperti itu.. Bisa-bisa dikira lagi masak bangkai.. Hehehe..
Wadi memang masakan aneh (bagi yang belum merasakan). Cowok saya orang menado yang ngakunya bisa makan apapun. Eeeh, pas saya sodorin wadi, nyium masakannya aja dia langsung kejet-kejet kaya orang epilepsi (hehehe, map ya sayang). Padahal rasanya enak lho (setidaknya bagi saya), suerr… Hehehe..

 Okeh langsung saja saya kasi tau disini bahan-bahan yang disediakan:
- BAHAN: Ikan sungai, misalnya ikan papuyu (ikan sungai kecil yang bentuknya pipih), tapi di desaku ada juga yang membuat wadi dari babi hutan.
- PELENGKAP: Samu / Kue 2 jari (nama untuk jenis kue beras yang sudah diolah) hancurkan hingga menjadi serbuk. Tapi kalau tidak ada bisa digunakan beras yang disangrai sampai kecoklatan dan diblender hingga bentuknya menyerupai tepung (gak sampai halus banget juga gakpapa).
- Perbandingan antara bahan dan pelengkapnya itu, misalnya ikannya  ½ kg maka pelengkapnya itu 1 genggam. Bila ikan 1 kg berarti pelengkapnya (serbuk tadi) 2 genggam.
- PENYEDAP: Garam dan Gula secukupnya.
Cara membuatnya yaitu cuci bersih dan potong bahan yang ingin di buat wadi (ikan sungai tadi) kemudian campurkan dengan pelengkapnya serta penyedap (gula dan garam) secukupnya. Masukkan dalam toples yang tertutup rapat. Awetkan sampai berubah warna dan aroma (biasanya minimal 2 minggu).  Makanan siap diolah.
Untuk mengolahnya bisa dengan 2 cara.
- Yang pertama untuk masakan yang kering langsung goreng dengan minyak panas.
- Yang kedua bisa dibuat menjadi masakan yang berkuah, yaitu goreng dulu irisan bawang merah dan bawang putih, setelah harum campurkan wadi tersebut berserta air sedikit (sebagai kuahnya). Jika masih agak hambar tambahkan garam, gula dan penyedap rasa. Terakhir tambahkan cabe rawit yang masih utuh ke dalamnya. Setelah mendidih dan matang, angkat dan sajikan bersama rebusan daun singkong atau rebusan daun papaya. (Wadi disajikan dalam mangkok/piring kecil untuk ditotol dengan lalapan tadi, dan jangan lupa supaya agak pedas tinggal pencet cabe rawit yang sudah dimasukkan tadi)
Hm…. Selamat mencoba..
Warning bagi yang belum pernah merasakan tapi ingin mencoba jangan bikin banyak2 dulu.









Kata Kunci yang berhubungan dengan artikel ini:
Masakan Wadi, Makanan Wadi, Cara Membuat Wadi, Makanan Khas Kalimantan, Makanan Dayak

4 komentar:

Anonim mengatakan...

kerenn..a sk sm artikelnya..admin mmg byk akalnya ya.wkwkwk

dentistvschef mengatakan...

mirip dengan makanan fermentasi dari sumatera selatan...
namnaya bekasam atau rusip..
tp baunya klo sudah jd bukan "busuk" tp lebih ke "asam" krn ikannya jd aseem bgt....

eka siswanti mengatakan...

aku juga orang dayak ma'anyan yang tinggal di jawa tepatnya salatiga...
beda cerita sama kamu, pacarku malah tiba" ngebet pengen ngerasain wadi....

Lenciya Eddyta Rianda mengatakan...

kalau di banjar itu namanya pakasam ka, kalau wadi itu garamnya (uyah)

Posting Komentar

Please Comment Here

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...